Rabu, 09 Juli 2008

sejarah bibliografi

ABIDIN KHUSAENI KHAMID SAEFUL
IMAM ILMU PERPUSTAKAAN DAN
INFORMASI PEMALANG 26 – 04 –
1989
106025001042
SEJARAH
BIBLIOGRAFI 1564 & 1594 = dikenal
Meskatalog di Frankrutdan Leipzig
BC abad-17 =Refertarium, Bibliotecha, Inventarium, Index
danCatalogus.
1663 =Gabriel Naude ( Bibliographica Politica) memperkenalkan istilah
Bibliografi [ Paris] 1677 =Johan Heinrich Boecler( BIbliographica Politica
Philogica) [ Germanopoli]
1645 =Cornard Gesner( Bibliotecha Universal ) terdiri dari 12.000 buku dalam
Bahasa Yunani, Latin dan Ibrani “Bapak Bibliografi Modern”
1738 =Carolus Linaeus ( Bibliografia Botanica) termasuk bibliografi subjek
1829 =Encyclopedi Americana terbit edisi 1, menyajikan artikel tentang
bibliografi
1859 =Paul Outlet&Henry Lafontinemendirikan “Institut International de
Bibliograpic”di
Brussel, tidak berjalan dengan mulus karena belum ada setandar penulisan
deskripsi dan kendala bahasa.
1940 - 50 = Penyususnan tersendat karena meletus PD II
1950 =Verner W. Clapp bersama UNESCO mengadakan penelitian bibliografi,
laporan Clapp berjudul “Bibliographic Service: their present state and the
posibilities of improvment” [ Paris] UNESCO mengadakan “International
(UNESCO) Conference on the Improvement of Bibliographic Service” [ Paris]
hasil konferensi dimuat dalam “UNESCO Journal of Information Science,
Librarianship and Archives Administration” dan “Bibliographic Service Throughout
the world” {1950 - 59}
BIBLIOGRAFI
Berasal dari bahasa latin yaitu Biblio (buku)dan Graphein(menulis).
(V.W. Clapp, 1985)Secara etimologisBibliografi adalah adalah nama yang
diterapkan untuk ilmu, senidan produk senidalam merekam bahan-bahan
yangditerbitkan.
· Sebagai ilmu = pengetahuan tentang buku dilihat dari berbagai aspeknya
(fisik atau ide).
Pengetahuan tersebut dimaksudkan untuk memperoleh pemahaman
tentang sejarah buku, status karya individu, hubunganya dengan karya
lain. Maka pengetahuan tentang p archment(kertas), penjilidan,
percetakan( xylography/seni cetak di ukiran kayu dan typography/tata
huruf), ilustrasi buku, penyusunan bagian-bagian menjadi volume,
kepengarangan, penerbit, dll semua itu tercakup dalam bibliographi.
Sebagai seni = proses dalam membuat bibliografi itu sendiri ( teknik,
penyajian, dll).
Sebagai produk seni= daftar sistematis buku atau lainya yang disusun
untuk maksud dan tujuan tertentu.
(Prytherch, 1990)Bibliografi adalah seni dalam mendeskripsikan buku dari
segi fisik atau gagasan, buku sebagai objek fisik dan sejarah produksi buku.
Kadang digunakan istilah critical, analitical, historycal or physical bibliography.
(Downs, 1967)Bibliografi sebagai objek fisik (analitical bibliografi)
Bibliografi sebagai ide(systematic bibliografi ), fungsi
utama pembuatan daftar buku, mengenali buku apa yang ada,
menjemin pelestarian, pelengkap bagi pekerja informasi .
(World Book Encyclopedia, 1992)adalah daftar buku atau artikel tentang
sebuah subjek. Biasanya bibliografi diakhir halaman disertai dengan teks atau
artikel yang panjang untuk rujuakan para pembaca atau penulisdan untuk
memberikan informasi tambahan dalam subjek.
(John Feather & Paul Sturges, 1997)adalah daftar sistematikatau studi
analitictentang buku, manuskrip dan dokumen lain. Bibliografi bermaksud
menyediakan ulasanyang luas tentang pilihan berbagai area yang mungkin
berdasarkan kronologis, geografi, subjek, pengarang, bentuk publikasi atau
kumpulan lain. Enumerative bibliographi adalah sebuah istilah yang lebih banyak
mencakup bibliografi .
TUJUAN BIBLIOGRAFI
Mendaftar/menyusun informasi mengenai buku serta bahan pustaka
yang terkait dalam susunan logis dan bermanfaat.
Untuk membantu pemakai dalam menentukan keberadaan sebuah
bahan pustaka atau mengenali sebuah buku yang populer.
Bagi peneliti , mengetahui subjek apa saja yang telah ditulis, memperoleh
informasi yang actual , menghindarkan duplikasi penelitian.
Sebagai sarana pemilihan buku (identifikasi, rincian bibliografis, dll)
Sarana untuk mengetahui perkembangan buku.
Untuk memudahkan pengguna maka dibuatlah indeks pengarag, subjek,
tempat.
FUNGSI DAN KEGUNAAN BIBLIOGRAFI
Mencatat bukuatau bahan pustaka yang ada
Mempromosikan pendayagunaan bukudan bahan pustaka lainya
Salah satu alat untuk mengembangkan ilmu karena bibliografi
merupakan kumulasi pengetahuan.
TEKNIK
PENYUSUNAN Scope= Selektifatau
Komperehensif
Sifat= Currentatau Retrospektif
Subjek = Jika akan menyusun Bibliografi Subjek
Sistematika = alfabetis pengarang, judul , subjek, susunan kelas/DDC,
geografis, kronologis, kamus.
Objek literature = Buku, Majalah, Phamplet,
Naskah, dll. Bahasa = Bahasa Arab,
Indonesia, semua bahasa.
Bentuk
deskripsi=lengkapatausedan
g Format= buku, CD-rom,
Sheet, dll
Pedoman penyusunan = jika Deskripsi (AACR) dan jika Singkatan (WLSP)
Sarana informasi= K induk, K perpustakaan, K penerbit, Indeks terbitan
kumulatif, Bibliografi nasional.
Membuat indeks= sebagai alat penunjukinformasi
PENGAWASAN BIBLIOGRAFI DAN STANDARISASI
Bibliografi Control adalah usaha-usaha pengembangan dan pemeliharaan
system pencatatan bagi semua bentuk bahan informasi.
UBC adalah dalah usaha-usaha pengembangan dan pemeliharaan yang ada di
seluruh dunia.
Awal abad 20 badan yang bertanggung jawab “ Institut International de
Bibliographic” ada 3 badan yang berperan:
IFLA ( Ineternational Officer for UBC)
Intentional Organization for Standarization ( ISO)
UNESCO ( General Information Programme)
PENDEKATAN SEBELUM DAN SESUDAH 1950
Sebelum 1950 ( Sentralisasi) yaitu UNESCO mendirikan pusat bibliografi
untuk menangani koordinasi semua perpustakaan dan badan bibliografi
seluruh dunia. Di sisi lain IIB menyusun sebnayak mungkin bibliografi di
seluruh dunia.
Sesudah 1950 ( Desentralisasi) yaitu medelegasikan
pengawasan bibliografi paeda badan-badan nasional tiap negara.
Symposium of National Libraries in Eropadi Wina(1958), peran dan
tanggung jawab PN dalam pengembangan pengawasan bibliografi nasional:
PN bertanggung jawab atas pengadaan dan pelestariansemua hasil informasi
negaranya
PN harus mendapatkan bahan luar negeriyang penting bagi negaranya
PN menggalakan standaruntuk penyusunan catalog
PN bertanggung jawab atas jasa dan layananbibliografi negaranya
PN harus menyusun bibliografi yang actual.
STANDARISASI DESKRIPSI BIBLIOGRAFI
Tahun 1969 diadakan “International Meeting of Cataluging Experts”
IMCE di Copenhegen. Tujuanmenjajagi perkembangan pengembangan standar
international untuk deskripsi bibliografi.
IMCE memutusakan:
Diciptakan system pertukaran data bibliografi international
Deskripsi bibliografi untuk tiap terbitan harus dibuat dan
disebarluaskan oleh badan nasional di negara tempat dokumen itu
terbit.
Penyebarluasan melalui data yang dapat dibaca mesin.
Inetnational Conference on Cataloguing Principlesdi Paris(1961) adapun
yang dibicarakan adalah prinsip-prinsip penentuan entri dan bentuk tajuk untuk
catalog pengarang dan katalog judul . Laporan konfrensi berjudul “ Statement
of Principles” [ Paris Priciples] (1971) Berkaitan dengan UBC, IFLA
mengusulkan agar UNESCO menganut kebijakan penyebarluasan system
internasional untuk pengawasan dan pertuakaran data bibliografi . Tujuanyayaitu
menyiapkan secepat mungkin data bibliografi untuk semua terbitan di seluruh
dunia yang dapat diperoleh di seluruh dunia. Hal ini harus ada partisipasi ialah
komponen nasional dan internasional:
Pada tingkat nasional
Membuat cantuman bibliografi tiap terbitan baru(UU deposit)
Mempunyai badan bibliografi nasional yang bertugas:
Mambuat cantuman bibliografi

Menerbitkan cantuman tersebut secepat mungkin dalam bibliografi
nasional
Memproduksi dan mendistribusikandalam bentuk fisik standar (card, pita,
dll)
Menerima dan mendistribusikancantuman yang dibuat oleh negara lain
Dapat juga menyusun bibliografi retrospektif
Pada tingkat internasionaladalah mengintegrasikan badan-badan
bibliografi nasioanal menjadi satu system. Hal ini mempunyai prinsip agar
dapat berjalan:
Tiap badan bibliografi yang bertanggung jawab atas cantuman bibliografi.
Adanya standar internasioanal untuk pembuatan cantuman bibliografi.
Isi = unsure yang harus ada, urutan unsure, cara membedakan dan
fungsi.
Bentuk fisik= machine readable, compatible, standarisasi kartu.
ISBD (Inetranstional Standard Bibliographic Description)
ISBD (M) monograph. 1971, 1987 [edisi revisi]
ISBD (S) serial. 1977, 1988 [edisi revisi]
ISBD (G) general . 1977 [kerangka umum untuk semua ISBD]
ISBD (CM) cartographic material . 1977, 1987 [edisi revisi]
ISBD (NBM) non book material . 1977, 1987 [edisi revisi]
ISBD (PM) printed music. 1990 [edisi revisi]
ISBD (CF) computer file1989
Tahun 1966 lahir gagasan untuk ISBN (International Standard Book
Number)yaitu nomor identifikasi yang unik. ISBN terdiri dari beberapa bagian:
Part I = identifikasi kelompok penerbit tertentu(kelompok nasional, wilayah
atau bahasa)
Part II = indentifikasi penerbit
Part III = identifikasi judul atau edisi tertentu yang diterbitkan oleh penerbit
tertentu
Part IV = satu angkasebagai check digit(control)
ISSN (International Standard Serial Number)nomor yang ditentukan oleh badan
atau pusat nasionalsesuai dengan pedoman(ISDS Guidelines)di Paris.
ISSNterdiri dari 8 angka, angka terakhirsebagai check digit, angka dalam ISSN
tidak mempunyai makna.
Sistematika Penyusunan Bibliografi
No Susunan Bibliografi Indeks pelengkap
1 Alfabetis nama pengarang
1. Indeks judul
2. Indeks subyek
2 Alfabetis judul
1. Indeks nama pengarang
2. Indeks subyek
3. Indeks tempat
3 Alfabetis subyek
1. Indeks nama pengarang
2. Indeks judul
3. Indeks tempat
4 Berkelas (DDC)
1. Indeks nama pengarang
2. Indeks judul
3. Indeks subyek
4. Indeks tempat
5 Kronologis (tahun terbit)
1. Indeks nama pengarang
2. Indeks judul
3. Indeks subyek
4. Indeks tempat
Bibliografi terbagi dalam 3 cabang:
1. Bibliografi sistematis/enumeratif (bibliografi yang biasa kita jumpai di
perpustakaan)
Merupakan hasil kajian terhadap buku dengan hasil berupa entri buku (bahan
sejenis) yang tersusun secara logis serta bermanfaat untuk keperluan
referens atau studi.
Macam-macam bibliografi sistematis:
Bibliografi Nasional, mencatat dokumen yang terbit disuatu Negara. ex;
BNI
Bibliografi Universal, mencatat dokumen yang terbit di seluruh dunia.
Bibliografi Niaga, termasuk perdagangan buku serta catalog niaga. ex;
British Books in Print.
Bibliografi selektif/elektif, ex; World’s Best Books (Best Seller).
Bibliografi Incunabula (buku langka). ex; Indeks to the Early Printed Books
(Robert Proctor)
Daftar Skripsi, Tesis, Disertasi. ex; Bibliografi Skripsi Fakultas Adab dan
Humaniora tahun 2009.
Bibliografi Khusus (subyek tertentu), ex; Bibliografi Pertanian di Indonesia
Bibliografi Anonim dan Pseudonim, ex; Dictionary of Anonymous
Pseudonymous Literatur (S. Halket dan J. Laing)
Senarai Majalah, termasuk daftar majalah yang masih terbit, senarai
majalah retrospektif dan daftar lokasi. Ex; Ulrich’s International Periodicals
Dictionary, Indeks Majalah Ilmiah Indonesia.
Bibliografi Subyek, termasuk indeks dan abstrak. ex; Library and
Information Science Abstract, Bibliografi Bung Karno
Bibliografi Pengarang, ex; Muhammad Yamin: sebuah Bibliografi.
Bibliografi dari Bibliografi, Bibliografi Indeks, World Bibliografi of
Bibliografi.
2. Bibliografi Analitis dan Kritis
Bibliografi jenis ini mencakup kegiatan penelitian atas sifat fisik sebuah buku,
yang sering menghasilkan keterangan tentang pembuatan dan sejarah buku.
Bibliographer harus melakukan teknik evaluasi kritis. Jika dari sebuah buku
tidak ditemukan tentang informasi pengarang, edisi, tahun terbit dan tempat
terbit.
3. Bibliografi Historis
Merupakan kajian terhadap buku sebagai sebuah objek seni (seni tulis,
percetakan, iluminasi, penjilidan). Untuk mengkaji secara kritis novel abad-19
maka kita harus tahu situasi dan kondisi penerbitan/percetakan (semua yang
berkaitan dengan buku) pada waktu itu. Jadi bibilografi histories adalah usaha
untuk memahami buku dalam konteks dunia buku, kondisi social, budaya
yang ada pada masa itu.
Path Finder (panduan pustaka)
Path finder biasanya disusun oleh pustakawan dan petugas referens. Path
finder digagas oleh seorang Associate Director dari Library Development, Project
Intrex, Massachusets Institute of Technology (MIT) di America Serikat yang
bernama Charles H. Steven, gagasan tersebut kemudian dikembangakan oleh
staf dari model library project.
Langkah membuat path finder
1. tentukan terlebih dahulu topic (missal; tentang botani)
2. tentukan batasan dari topic tersebut (missal; tumbuhan ganggang)
3. tentukan batasan literature yang akan kita telusur (komprehensif / selektif
dan current / retrospektif)
4. telusur semua jenis literature yang telah kita tentukan
5. tentukan waktu penelusuran
6. tentukan bahasa yang digunakan dalam literature (Indonesia atau Bahasa
Asing)
Panduan pustaka memuat bagian-bagian yang meliputi perbagai jenis
kepustakaan meliputi;
1. buku teks (classic atau aktual)
2. nomor buku/ tempat untuk menelusur rak
3. handbook, ensiklopedia dan kamus khusus
4. bibliografi
5. majalah indeks dan sari karangan yang terutama mendaftar karangan ilmiah
6. majalah primer utama
7. tinjauan perkembangan dan laporan pertemuan ilmiah
8. majalah indeks dan sari karangan yang terutama mendaftar laporan teknis
Contoh Pathfinder
“Library Pathfinder’s yang terbit dalam Drexel Library Bulletin 8-july-1972 hal
292-300”
Format panduan pustaka
Judul panduan
( ………. )
Ruang lingkup:
Buku-buku mengenai …………. Dapat dicari pada catalog subyek/notasi kerlas
berikut:
Buku teks mengenai ………….. adalah:
Buku-buku lain yang memuat informasi lain mengenai …………… ditempatkan
dalam rak pada nomor-nomor berikut:
Handbook, ensiklopedi dan kamus khusus yang memuat informasi mengenai
……… adalah:
Bibliografi yang memuat bahan mngenai …………. adalah:
Artikel majalah dan karangan lain mengenai …………. Terutama
indeks/disarikan dalam sumber-sumber berikut ini:
Majalah indeks/sari lain yang didaftarkan berikut ini luas cakupan subyeknya.
Oleh karena itu hendaknya hanya digunakan untuk penelusuran yangh luas.
Majalah yang sering memuat karangan yang relevan dengan ……….. adalah:
Tinjauan perkembangan dan laporan pertemuan ilmiah yang memuat
informasi mengenai ……… adalah:
Laporan teknis/penelitian dan jenis pustaka lain diindeks\disarikan dalam
sumber-sumber berikut ini:

daftar tajuk subyek (tugas)

ABIDIN KHUSAENI
106025001042
PENDEKATAN TAJUK SUBJEK
ILMU PERPUSTAKAAN DAN SISTEM INFORMASI


• TAJUK TUNGGAL
o NATRIUM 553.499; 622; 661;669
X Sodium
o POSTER 659
XX IKLAN; TANDA DAN PAPAN TANDA
o POLA 745.4
Untuk karya tentang teori pola
Lihat juga
POLA
o SENJATA API 632.4; 683.4; 739.7
Lihat juga
MENEMBAK SENAPAN
MUNISI SENJATA PERANG
PISTOL
o PETI KEMAS 387.164; 658.785

• TAJUK AJEKTIF
o PUSAT PERTOKOAN 658.87
X Pertokooan, Pusat
XX PERDAGANGAN ECERAN
o SEPEDA MOTOR 629.227
X Motor; Sepeda
XX SEPEDA
o PSIKOLOGI REMAJA 155.5
XX PSIKOLOGI
o MOTOR LISTRIK 621.31
Lihat juga
KELISTRIKAN DALAM PERTAMBANGAN
TRANSFORMATOR LISTRIK
TRANSFORMASI FOURIER
X Motor induksi
XX LISTRIK, ALAT-ALAT; LISTRIK, PERMESINAN.
o PENEGAK HUKUM 363.2
Lihat juga
POLISI
X Pelaksanaan hokum

• TAJUK FRASE
o PANGKALAN UDARA MILITER 626.66
o PELAYANAN KESEHATAN BAYI 362.198
X Bayi – Perawatan medis; Pelayanan kesehatan ibu dan anak
o RAMALAN GEMPA BUMI 551.22
X Gempa bumi, Ramalan
XX SEISMOLOGI
o PELANGGARAN LALU LINTAS 345.02; 364.147
X Lalu lintas, Pelanggaran
o SEKOLAH LANJUTAN PERTAMA 373.23
Lihat juga nama-nama kota dengan tajuk tambahan SEKOLAH LANJUTAN PERTAMA ump. JAKARTA – SEKOLAH LANJUTAN PERTAMA
X Sekolah menengah
XX PENDIDIKAN LANJUTAN; SEKOLAH LANJUTAN ATAS

• TAJUK GABUNGAN
 Dua bidang yang berbeda
o PENDIDIKAN DAN LATIHAN JASMANI 371.9; 613.7
Lihat juga
BERBASIS (BUKAN MILITER) PENDIDIKAN KESEHATAN
EROBIKA PERMAINAN
KESEHATAN JASMANI SENAM
X Jasmani, Pendidkan; Jasmani, Latihan; Latihan, Jasmani; Pendidikan jasmani
XX ATLETIK; KESEHATAN; OLAH RAGA; PENDIDIKAN; SENAM WANITA –
KESEHATAN
o PERANG DAN AGAMA 200.1; 355.02
Lihat juga
NASIONALISME DAN AGAMA
PASIFISME
PERANG DUNIA, 1939-1945 – ASPEK KEAGAMAAN
X Agama dan perang; Islam dan perang; kristiani dan perang
o TATA KOTA DAN DAERAH 711
X Kota, tata; Tata daerah
XX PEKERJAAN UMUM; TEKNIK PERKOTAAN
o PENGETAHUAN DAN KESARJANAAN 001.2
o PERPUSTAKAAN DAN NEGARA 021.8
Lihat juga
PERPUSTAKAAN PEMERINTAH
X Negara dan Perpustakaan
XX PERPUSTAKAAN PEMERINTAH
 Berhubungan erat
o RADIKAL DAN RADIKALISME 320.53
X Ektrimisme
XX KANAN DAN KIRI (POLITIK); REVOLUSI
o PERAWAT DAN PERAWATAN 610.73; 649
Lihat juga
ANAK – PEMELIHARAAN DAN KESEHATAN PERAWATAN DI RUMAH
BAYI – PEMELIHARAAN DAN KESEHATAN PEROLONGAN PERTAMA
MASAKAN UNTUK PASIEN RUMAH SAKIT
PALANG MERAH SAKIT
PERAWAT SEKOLAH
X Merawat
XX KEDOKTERAN; KEDOKTERAN – PRAKTEK; TERAPI; WANITA – PEKERJAAN
o PANAH DAN PEMANAH 799.32
o PANDU DAN KEPANDUAN 369.4
o MIKROSKOP DAN MIKROSKOPI 502.82
X Analisa mikroskopis
 Berlawanan
o PERCAYA DA N KERAGU-RAGUAN 121
Digunakan untuk karya tentang masalahnya dari sudut filsafat
Karya tentang kepercayaan agama dipakai subyek imam
Lihat juga
AGNOSTISME SKEPTISISME
KEBENARAN RASIONALISME
SKEPTISME
X Keragu-raguan; Ragu-ragu
XX AGAMA; AGNOTISME; EMOSI; FILSAFAT; PENGETAHUAN; TEORI;
RASIONALISME; SKEPTISME
o SERANGGA BERBAHAYA DAN BERMANFAAT 622.7; 638
Lihat juga
HAMA RUMAH
HAMA TANAMAN
INSEKTISIDA
PENERBANGAN DALAM PERTANIAN
SERANGGA PEMBAWA PENYAKIT
Juga nama-nama serangga berbahaya dan bermanfaat, ump.WERENG; ULAT SUTRA; DSB. Dan nama-nama panen, pohon, dsb. Dengan tajuk tambahan hama dan penyakit, ump. PADI – HAMA DAN PENYAKIT, DSB.
X Hama dan penyakit
XX INSEKTISIDA; PARASIT; ZOOLOGI EKONOMIS

• TAJUK KOMBINASI
o TRANSMISI PANAS DALAM BENDA PADAT 536.23
X Konduksi
o WANITA DALAM KESUSASTRAAN DAN KESENIAN 809.933 520 42
XX WATAK DALAM KESUSASTRAAN
o SISTEM KOMUNIKASI GELOMBANG MIKRO 621.381
Lihat juga
TELEVISI SIARAN TERBATAS
X Gelombang mikro, System komunikasi
XX RADIO GELOMBANG PENDEK; SISTEM INTERKOMUNIKASI;
TELEKOMUNIKASI; TELEVISI
o RADIOSTOP DALAM DIAGNOSTIK KEDOKTERAN 616.057
o SISTEM PENYIMPANAN DAN PENEMUAN KEMBALI INFORMASI 001.6; 025
Lihat juga
BIBLIOGRAFI, KONTROL
ELEKTRONIS, PENGOLAH DATA
PERPUSTAKAAN – AUTOMASI
X Informasi, Sistem penyimpanan dan penemuan kembali
XX BIBLIOGRAFI; DOKUMENTASI; INFORMASI, ILMU; PERPUSTAKAAN –
AUTOMASI; KOMPUTER

• TAJUK TAMBAHAN
 Tambahan Tempat
o MAHASISWA – INDONESIA 378.18
X Indonesia – Mahasiswa
o OLAH RAGA DAN NEGARA – INDONESIA 353.008
o POLITIK KEPENDUDUKAN – INDONESIA 304.66
o RENCANA DAERAH – ACEH 711.4
Gunakan bentuk ini untuk daerah-daerah lain.
o SUMBER ALAM – INDONESIA 333.7
Lihat juga
INDONESIA – KEADAAN EKONOMI
X Indonesia – Sumber alam
 Tambahan Penyajian
o PUTUS SEKOLAH – INDONESIA – STATISTIK 371.291 3
o RADIO – NASKAH 808.22; 808.85
Lihat juga
RADIO – DEBAT, PIDATO,DSB
RADIO – KEPENGARANGAN
SANDIWARA – RADIO
TELEVISI, NASKAH
X Naskah radio
XX RADIO – KEPENGARANGAN
o RUMAH SAKIT – AKUNTANSI 657.832 2
o JAKARTA – BIBLIOGRAFI 016.959 83
o PENDIDIKAN – MAJALAH 370.5
 Tambahan Topik
o RADIO – SENSOR 384.54
X Sensor radio
XX KEBEBASAN INFORMASI
o RABIES – DIAGNOSIS 616.953
o TELINGA – PEMBEDAHAN 617.805
o TONSIL – PENYAKIT 616.314
o MANUSIA – ASAL MULA 572.2;573;575
Lihat juga
ANATOMI PERBANDINGAN
EVOLUSI
MANUSIA PRASEJARAH
X Asal mula manusia
XX AGAMA DAN SAINS; ANATOMI PERBANDINGAN; EVOLUSI; MANUSIA
PRASEJARAH; SAMATOLOGI.
 Tambahan Waktu
o EROPA – SEJARAH – ABAD 20 940.5
o INDONESIA –SEJARAH – 1967 959.8
o INDONESIA – SEJARAH – 950-1959 959.8
o RUSIA – SEJARAH – REVOLUSI – 1917-1990 947
o PERANCIS – SEJARAH REVOLUSI – 1789-1799 944.04
• NAMA SEBAGAI TAJUK
 Nama Benda, Program Komputer
o NARKOTIKA – UNDANG-UNDANG DAN PERATURAN 344.177
o KAPAL – CARTER, SEWA, DSB. 387.51
o KEJU 637.3
XX SUSU
o AL-QUR'AN – TAFSIR 297.122
X Tafsir Al-Qur'an
o MS-DOS 6 9 (PROGRAM KOMPUTER) 005.369
 Nama Badan Korporasi
o DEPARTEMEN DALAM NEGERI 351.03; 353.3
o DEPARTEMEN KESEHATAN 351.084; 359.842
o DEPARTEMEN PERDAGANGAN 351.082; 353.82
o DINAS KEBERSIHAN 351.772
o DINAS RAHASIA 355.34; 363.28
Lihat juga
DETEKTIF
SPIONASE
X Polisi rahasia
XX POLISI

 Nama Penyakit
o DIABETES – PENELITIAN 616.462 007 2
X Penelitian diabetes
o DIARE 616.342 7
X Murus
o DISENTRI 616.93
XX PENYAKIT BERJANGKIT
o FOBIA – ASPEK PSIKOLOGIS 157.3
o HIPERPOBIA 617.755
X Rabun dekat
 Nama Zat Kimia
o ASAM AMINO 547.75
o ASAM KARBOL 661.2
X Karbol, Asam
XX ASAM; KIMIA; BAHAN
o GARAM BELERANG 661.03
X Belerang, garam
o HIDROSTATIKA
Lihat juga
ZAT CAIR; HIDRAULIK; HIDRODINAMIKA; FISIKA; MEKANIKA; STATIKA; TEKNIK HIDRAULIS; REKAYASA HIDRAULIK; MEKANIKA FLUIDA
o FOTON 253.019; 539.721
Lihat juga
EFEK COMPTON
ELEKTRODINAMIKA KUANTUM
 Nama Geografis
o RUSIA – POLITIK DAN PEMERINTAH 320.947; 947
X Uni Soviet
o AFRIKA TIMUR 916.7; 967
o AMERIKA SERIKAT – PERANG DINGIN 327.730 57
o ASIA – GEOGRAFI 915
o ASEAN – KEADAAN EKONOMI 959.8
 Nama Pakta atau Perjanjian
o SUMPAH PEMUDA, 1928 959.8
X Indonesia – Sumpah Pemuda, 1928
o PIAGAM JAKARTA 342.029
 Nama Pribadi atau Perseorangan
o YAMIN, MUHAMMAD – BIOGRAFI 920
o YESUS KRISTUS – BIOGRAFI 323.9
Lihat juga
YESUS KRISTUS – PENYALIBAN
o TUNG STEN 553.46; 622.661; 669
X Wolfram
o ALI IBN ABI TOLIB R.A 297
Untuk biografi khalifah Islam yang keempat.
 Nama Bahasa dan Kesusastraan
o BAHASA INDONESIA – ETIMOLOGI 412
o BAHASA DAYAK NGAJU 419.43
o CERITA PENDEK – TEKNIK PENULISAN 808.3
o FABEL 398.2
Lihat juga
BINATANG – CERITA PARABEL
CERITA RAKYAT LEGENDA
X Cerita binatang
XX ALEGORI; FIKSI; KESUSASTRAAN, LEGENDA
o PUISI INDONESIA 811
XX KESUSASTRAAN INDONESIA – KUMPULAN; PUISI
 Nama Flora dan Fauna
o ANGGREK 548.15; 632.934 15
o BUNGA MATAHARI 583.55; 635.93
o BUNGA BANGKAI 582; 635.9
o ANGSA 598.2; 636.5
XX TERNAK UNGGAS
o ANJING 599; 636.7
Lihat juga
ANJING POLISI
ANJING PEMBURU
XX BINATANG PELIHARAAN
 Nama Peristiwa
o PERISTIWA MADIUN 322.42; 959.8
XX KOMUNISME – INDONESIA
o PERISTIWA MERAH PUTIH SULAWESI UTARA, 1946 959.8
o PERANG VIETNAM, 1961-1975 959.704 3
Bila perlu gunakan perincian perang dunia, 1939-1945 yang sesuai
X Vietnam, Perang
XX VIETNAM – SEJARAH
o PERANG JERMAN, 1870-1871 943.08
o PERANG JEPANG – RUSIA, 1904-1905 952.03

• SISTEM SINDENTIK
SEKOLAH – PERABOT, PERLENGKAPAN, DSB 371.6
Sekolah, Administrasi lihat MANAJEMEN DAN ORGANISASI SEKOLAH
Sekolah, Arsitektur lihat ARSITEKTUR SEKOLAH
Sekolah, Bangunan lihat BANGUNAN SEKOLAH
Sekolah, Bank Tabungan lihat BANK TABUNGAN SEKOLAH
Sekolah, Cerita lihat CERITA SEKOLAH
Sekolah, Dewan lihat DEWAN GURU
Sekolah, Disiplin lihat DISIPLIN SEKOLAH
Sekolah, Gedung lihat BANGUNAN SEKOLAH
Sekolah, Henti lihat PUTUS SEKOLAH
Sekolah, Inspeksi lihat SEKOLAH, PENGAWASAN
Sekolah, Kesehatan lihat KESEHATAN SEKOLAH
Sekolah, Keuangan lihat PENDIDIKAN – KEUANGAN
Sekolah, Manajemen lihat MANAJEMEN DAN ORGANISASI SEKOLAH
Sekolah, Olahraga lihat OLAHRAGA SEKOLAH
Sekolah, Organisasi lihat MANAJEMEN DAN ORGANISASI SEKOLAH
Sekolah, Perawat lihat PERAWAT SEKOLAH
Sekolah, Perpustakaan lihat PERPUSTAKAAN SEKOLAH
Sekolah, Puisi lihat PUISI SEKOLAH
Sekolah, Putus lihat PUTUS SEKOLAH
Sekolah, Rapor lihat RAPOR SEKOLAH
Sekolah, Sajak lihat SAJAK SEKOLAH

mata kuliah pengembangan koleksi (resume)

Z3n BIDINZ
PEMALANG 16 – 04 – 1989
ILMU PERPUSTAKAAN DAN SISTEM INFORMASI


BAB I
MENGELOLA SUMBER INFORMASI DALAM KONTEKS KEBUTHAN PEMAKAI

1. Maksud dan tujuan pembinaan pengembangan koleksi
Koleksi yang baik adalah
- efektif - dinamis - actual

Pengelolaan yaitu kegiatan mengidentifikasi seluruh aspek dari kepustakawanan yang langsung terkait dengan pengembangan dan pembinaan koleksi perpustakaan.
- penyeleksian - pengorganisasian
- pemerolehan - pemeliharaan

Fragmentasi adalah pemecahan atau pemisahan bidang tugas pekerjaan dan tanggung jawab yang terdiri dari pelayanan teknis dan pemakai.

2. Koleksi dan pemakai
• Koleksi ada untuk melayanai kebutuhan pemakai
• Koleksi yang komperhensif
• Setiap koleksi ada relevansinya secara keseluruhan dan memiliki keunikan karakteristik tersendiri. Yaitu misal sebuah Novel tentunya ada unsur gaya bahasa, istilah-istilah, dan susunan kata sesuai dengan EYD.
• Koleksi bersifat dinamis baik aspek fisik ataupun Non-fisik.
• Perpustakaan adalah arena atau seustu tempat dimana pemakai berhadapan dengan begitu banayak koleksi

3. Prinsip-prinsip umum pengembangan koleksi
• Pengembangan koleksi harus disesuaikan dengan visi dan misi organisasi induk dari perpustakaan
• Pengembangan dan pembinaan koleksi haruslah sejalan dengan kebutuhan dari komunitas perpustakaan. Jika perpustakaan di daerah nalayan harus mendukung mereka misal bagaimana membudidayakan ikan.
• Pengembangan dan pembinaan koleksi harus memperhitungkan dan peka terhadap berbagai perubahan atau perkembangan lingkungan strategis dari komunitas perpustakaan. Harus mengikuti perkembangan IPTEK.

4. Dasar-dasar pembinaan dan pengembangan koleksi
• Kerelevanan, sesuai dengan komunitas jika perpustakaan untuk program S1, S2, S3 harus disesuaikan.
• Berorientasi kepada kebutuhan pemakai
• Kelengkapan, komperhensif
• Kemutakhiran, aktual
• Kerjasama, antar pustakawan dengan tenaga pengajar, dll jadi ada simbiosis mutualisme.

5. Aspek-aspek utama dalam peroses pembinaan dan pengembangan koleksi
Aspek yang langsung terkait:
• Seleksi
• Pengadaan
• Penyiangan
• Evaluasi
Aspek yang tidak secara langsung terkait:
• Komunitas pemakai
• Penerbit dan pengarang bahan pustaka. Dengan memberikan katalog terbaru.
• Perpustakaan lainya. Bisa mengadakan inter library loan.
• Kebijakan pemerintah
• Pelarangan terhadap beberapa laporan rahasia pemerintah.
• Kebijakan tentang perposan dan bea cukai
• Sistem pendidikan nasional
• Kondisi ekonomi begitu juga dukungan financial dan sistem kebijakan fiskal.

6. Rangkaian kegiatan dalam program pembinaan dan pengembangan koleksi
• Menentukan kebijakan umum pengembangan koleksi berdasarkan identifikasi kebutuhan pemakai.
• Menentukan kewenangan, tugas dan tanggung jawab semua staf yang terlibat dalam pengembangan koleksi.
• Mengidentifikasi kenbutuhan informasi dari civitas akademika, dapat dilakukan dengan cara:
o Memperlajari kurikulum setiap fakultas
o Mengadakan pertemuan dengan unit tersebut
o Menyediakan formulir usulan pengadaan buku
o Mensurvai pengguna untuk mengetahui keberhasilan perpustakaan dalam melayani pengguna
• Memilih pengadaan bahan pustaka lewat pemnbelian, tukar-menukar, hadiah, dll.
• Merawat bahan pustaka
• Menyiangi koleksi
• Mengevaluasi koleksi.

BAB II
PROSES PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN KOLEKSI

1. SELEKSI
Ada 2 keputusan yang dibuat:
• Keputusan Makro, yaitu menentukan jumlah literature yang akan diadakan. Missal: buku-buku tentang Kedokteran.
• Keputusan Mikro, yaitu lebih spesifik dari kedokteran itu sendiri. Missal: Pembedahan.

Prinsip-prinsip seleksi:
a. Permintaan, yaitu biasanya dating dari para pemakai perpustakaan yang masuk kepada bagian pengadaan. Perlu dicek ulang apakan koleksi yang diminta sudajh ada pada koleksi atau belum.
b. Mutu, yaitu bahan pustaka harus memenuhi standar kualitas (isi, pembahasan dan format).
c. Sesuai dengan kebutuhan pemakai, yaitu pihak perpustakaan harus mengadakan analisa pemakai untuk mengetahui benar para pemakai potensialnya.
d. Harus sesuai dengan kebijkan tertulis, yaitu hal ini untuk menghindari selera individual, belum tentu selera individual mewakili semua kebutuhan pemakai.

Penanggung jawab dalam penyeleksian:
a. Bibliographer (pustakawan/specialis subyek), yakni apakah di full time sebagai bibliographer ataukah orang yang ahli dalam bidang tertentu.
b. Staf pengajar, yakni para dosen yang mengajar bidang ilmu yang berbeda.
c. Mahasiswa, yakni biasanya dengan menulis dan dimasukan kedalam kotak saran yang telah didistribusikan oleh pihak perpustakaan.


Criteria bagi penyeleksian:
a. Otoritas pencipta, yakni harus mempunyai kompetensi, kualifikasi dan reputasi yang baik dalam setiap karyanya. Otoritas pencipta mencakup pengarang, penerbit dan produser (AV).
b. Cakupan, yakni berkaitan dengan luas pembahasan. Hal ini membutuhkan analisa lebih dari pustakawan dengan membandingkan dengan buku lain.
c. Perlakuan dan tingkatan, yakni untuk siapa dan untuk tingkatan apa karya tersebut lebih bermanfaat.
d. Susunan, yakni bagaimana sistematika pembahasan apakah pengorganisasianya bagus.
e. Format, yakni harus tahan lama dan mempertimbangkan segi estetika pada bhan monograf. Dan pada AV diperhitungkan mutu suara dan gambar.

Alat untuk penyeleksian:
- Silabus mata kuliah - Daftar perolehan buku
- Catalog penerbit - Resensi buku
- Bibliografi - Iklan dan selebaran
- Books in print - Penelusuran on-line

Prosedur penyeleksian bahan pustaka:
Untuk mengajukan usulan kepada perpustakaan yaitu dengan cara berikut:
a. Mengisi formulir yang telah disediakan oleh perpustakaan untuk memuat keterangan buku.
b. Menandai catalog penerbit.
Setelah menjadi daftar usulan pembelian kemudian harus dilakukan langkah-langkah:
a. Memeriksa dan melengkapi data bibliografi yang diusulkan
b. Mencocokan usul dengan database/catalog perpustakaan.
c. Menerima/menolak usulan.

2. PENGADAAN
Langkah awal kita perlu mengadakan evaluasi sebelum dilakukan pemesanan hal ini perlu dilakukan barangkali ada daftar belanja yang bisa didapatkan dengan gratis.
Ada 4 sumber pengadaan bahan pustaka:
a. Melalui pembelian dan pelangganan (koran)
b. Hadiah
 Meminta hadiah, memerlukan:
- menyusun daftar pustaka yang diperlukan
- mengirim surat permohonan hadiah
- setelah bahan pustaka datang lakukan pemeriksaan/mencocokan daftar kiriman dengan surat pengantar.
- mengirim kembali surat pengantar disertai ucapan terima kasih.
 Menerima hadiah, diperlukan:
- meneliti hadiah dan mencocokan dengan surat pengantar.
- memilih hadiah yang dibutuhkan
- menyisihkan hadiah yang tidak diperlukan.
c. Pertukaran, diperlukan:
- mendaftar bahan pustaka yang akan dipertukarkan.
- mengirimkan daftar penawaran beserta biaya pengiriman.
- menerima kembali daftar penawaran yang sudah dipilih pemesan.
- mencatat lamat pemesan.
- menyampaikan bahan pustaka kepada pemesan.
d. Karya deposit
Institusional repository adalah lembaga khusus yang bertugas menghimpun karya yang berkaitan dengan lembaga/organisasi induk.
- Skripsi, tesis dan disertasi
- Makalah seminar, symposium, konfrensi, dll.
- Laporan penelitian dan pengabdian pada masyarakat
- Pidato pengukuhan
- Artikel yang dipublikaskan di massmedia

Ada 2 sistem pengadaan:
a. Pengadaan secara langsung, yakni pengadaan tanpa melalui vendor/rekanan. Perpustakaan harus banyak melakukan aktifitas kebarbagai penerbit local/luar negeri.
b. Pengadaan melalui perantara, yakni penyedian seluruh bahan pustaka yang akan diadakan dikoordinir oleh vendor/agen. Hal ini dilakukan untuk mengurangi aktifitas/kesibukan pihak perpustakaan.

3. PENYIANGAN
Penyiangan adalah proses mengeluarkan bahan pustaka dari rak buku dan memperhitungkan kembali nilainya dari segi kebutuhan. Hal ini dilakukan karena mungkin bahan pustaka itu sudah usang baik fisik (terkoyak) atupun isi (out-of-date). Catalog yang mewakili bahan yang disiangi perlu juga dicabut dari rak catalog/OPAC.
Ukuran yang digunakan dalam bebrapa kalkulasi yang menuntut asumsi dasar adalah:
a. Frekuwensi penggyunaan buku tertentu adalah ukuran nilainya
b. Penggubnaan buku merupakan indkator valid dari masa yang sebelumnya akan datang.
c. Seringnya masuk sirkulasi adalah petunjuk dari keaktualan dan keefektifan bahan tertentu.
d. Efek dari pencarian sembarang setidaknya dijadikan satu perhitungan.

Alasan dilakukanya penyiangan:
a. Bahan yang out-of-date
b. Mengalami penyusutan atau kerusakan
c. Bahan pustaka yang terlalu banyak jumlahnya
d. Kebutuhan pemakai telah berubah
e. Visi dan misi institusi berubah sehingga koleksi perpustakaan juga perlu berubah
f. Biaya gudang
g. Banyak diperoleh dijalanan

4. EVALUASI
3 alasan terhadap pengevaluasian koleksi:
a. Profesional, yakni pustakawan adalah pekerjaan yang menuntut keprofeisonalan
b. Ekonomis, yakni kefektifan dari koleksi dan jangan membeli tanpa alasan kuat.
c. Administrasi, yakni terdapat fakta/dokumen sebagai bukti pengevaluasian

Dasar kepentingan pengevaluasian koleksi terdiri dari sejumlah tujuan:
a. Menelusuri untuk lebih akurat
b. Untuk mempersiapkan suatu panduan dan dasar bagi pengembangan koleksi
c. Membantu mempersiapkan kebijakan pengembangan koleksi
d. Mengatur keefektifan dari kebijakan pengembangan koleksi
e. Untuk meralat dan meningkatkan bahan pustaka
f. Memfokuskan SDM dan SDF ke area yang paling dibutuhkan/agar tidak boros
g. Membantu menjastifikasi/penilaian peningkatan anggran buku
h. Untuk memperlihatakan kepada administrator bukti sesuatu yang perlu dana yang berlebih

Langkah-langkah yang perlu diambil untuk keperluan pengevaluasian koleksi:
a. Membuat dan menetapkan maksud dan tujuan
b. Lakukan review terhadap peneitian sebelumnya, untuk dijadikan rujukan.
c. Seleksi data yang harus dikumpulkan dan metodologinya.
d. Seleksi sample populasi
e. Menganalisa data dan meode penganalisaan data
f. Fasilitas tiruan, untuk latihan penelitian.

ilmu kompueter is ...

ilmu komputer adalah ...?

Disiplin Ilmu Komputer sudah muncul sejak era tahun 1940, seiring dengan berpadunya teori algoritma dan logika matematika, serta ditemukannya komputer elektronik dengan kemampuan penyimpanan program. Adalah Alan Turing dan Kurt Godel, yang pada tahun 1930-an berhasil memadukan algoritma, logika, dan penghitungan matematika serta merealisasikannya dalam sebuah alat atau rule system. Prinsip algoritma yang digunakan adalah dari Ada Lovelace, yang dikembangkan 60 tahun sebelumnya.
Penemu algoritma sendiri yang tercatat dalam sejarah awal adalah dari seorang yang bernama Abu Abdullah Muhammad Ibn Musa al Khwarizmi. Al Khwarizmi adalah seorang ahli matematika dari Uzbekistan yang hidup di masa tahun 770-840 masehi. Di literatur barat ia lebih terkenal dengan sebutan Algorizm. Kata algoritma sendiri berasal dari sebutannya ini. Sedangkan komputer analog diciptakan oleh Vannevar Bush pada tahun 1920, dan disusul dengan komputer elektronik yang dikembangkan oleh Howard Aiken dan Konrad Zuse tahun 1930.
Kemudian John Von Neumann mendemonstrasikan salah satu karya fenomenalnya pada tahun 1945, yaitu sebuah arsitektur komputer yang disebut "von Neumann machine", dimana program disimpan di memori. Arsitektur komputer inilah yang kemudian digunakan oleh komputer modern sampai sekarang.
Tahun 1960 adalah babak baru dimulainya formalisasi Ilmu Komputer. Jurusan Ilmu Komputer pada universitas-universitas mulai marak dibangun. Disiplin ilmu baru ini kemudian terkenal dengan sebutan Ilmu Komputer (Computer Science), Teknik Komputer (Computer Engineering), Komputing (Computing), atau Informatika (Informatics).
Definisi
Seiring dengan perkembangan Ilmu Komputer, dewasa ini banyak sekali peneliti yang mencoba membuat kajian dan melakukan pendefinisian terhadap Ilmu Komputer. Bagaimanapun juga, dasar Ilmu Komputer adalah matematika dan engineering (teknik). Matematika menyumbangkan metode analisa, dan engineering menyumbangkan metode desain pada bidang ini.
CSAB [3] (Computing Sciences Accreditation Board, http://www.csab.org) membuat definisi menarik tentang Ilmu Komputer:
Ilmu Komputer adalah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan komputer dan komputasi. Di dalamnya terdapat teoritika, eksperimen, dan pendesainan komponen, serta termasuk didalamnya hal-hal yang berhubungan dengan:
1. Teori-teori untuk memahami komputer device, program, dan sistem
2. Eksperimen untuk pengembangan dan pengetesan konsep
3. Metodologi desain, algoritma, dan tool untuk merealisasikannya
4. Metode analisa untuk melakukan pembuktian bahwa realisasi sudah sesuai dengan requirement yang diminta
Beberapa definisi lain yang lebih abstrak adalah:
Ilmu Komputer adalah ilmu yang mempelajari tentang representasi pengatahuan (knowledge representation) dan implementasinya.
ataupun definisi
Ilmu Komputer adalah ilmu yang mempelajari tentang abstraksi dan bagaimana mengendalikan kekompleksan.
Denning mendefinisikan Ilmu Komputer dalam makalahnya yang cukup terkenal tentang disiplin ilmu komputer [1]. Makalah ini adalah laporan akhir dari proyek dan task force tentang the Core of Computer Science yang dibentuk oleh dua society ilmiah terbesar bidang komputer, yaitu ACM [4] (http://acm.org) dan IEEE Computer Society [5] (http://computer.org).
Ilmu Komputer adalah studi sistematik tentang proses algoritmik yang mengjelaskan dan mentrasformasikan informasi: baik itu berhubungan dengan teori-teori, analisa, desain, efisiensi, implementasi, ataupun aplikasi-aplikasi yang ada padanya. Pertanyaan mendasar berhubungan dengan Ilmu Komputer adalah, "Apa yang bisa diotomatisasikan secara efisien".
Kita bisa simpulkan dari persamaan pemakaian terminologi dan hakekat makna dalam definisi yang digunakan para peneliti diatas, bahwa:
Ilmu Komputer adalah ilmu pengetahuan yang berisi tentang teori, metodologi, desain dan implementasi, berhubungan dengan komputasi, komputer, dan algoritmanya dalam perspektif perangkat lunak (software) maupun perangkat keras (hardware).
Persepsi Yang Salah Tentang Ilmu Komputer
Beberapa persepsi yang salah kaprah tentang Ilmu Komputer bisa kita rangkumkan seperti dibawah:
• Ilmu Komputer adalah ilmu yang mempelajari tentang komputer. Ilmu Komputer bukanlah ilmu yang hanya mempelajari tentang komputer, seperti juga ilmu astronomi yang bukan ilmu tentang teleskop, atau ilmu biologi adalah juga bukan ilmu yang hanya mempelajari tentang mikroskop. Komputer, teleskop dan mikroskop adalah alat dari ilmu, dan bukan ilmu itu sendiri.
• Ilmu Komputer adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana menulis program komputer.
• Ilmu Komputer adalah ilmu yang mempelajari tentang pengunaan aplikasi-aplikasi komputer.
Referensi
1. Peter Denning, et al., "Computing as a Discipline," Communications of ACM, 32, 1 (January), 9-23, 1989.
2. Peter Denning, "Computer Science: the Discipline," In Encyclopedia of Computer Science (A. Ralston and D. Hemmendinger, Eds), 1999.
3. Computing Sciences Accreditation Board, http://www.csab.org
4. Association for Computing Machinary (ACM), http://acm.org
IEEE Computer Society (IEEE CS), http://computer.org

about computer

Apa itu komputer???

Komputer berasal dari bahasa latin computare yang mengandung arti menghitung. Karena luasnya bidang garapan ilmu komputer, para pakar dan peneliti sedikit berbeda dalam mendefinisikan termininologi komputer.
• Menurut Hamacher [1], komputer adalah mesin penghitung elektronik yang cepat dan dapat menerima informasi input digital, kemudian memprosesnya sesuai dengan program yang tersimpan di memorinya, dan menghasilkan output berupa informasi.
• Menurut Blissmer [2], komputer adalah suatu alat elektonik yang mampu melakukan beberapa tugas sebagai berikut:
- menerima input
- memproses input tadi sesuai dengan programnya
- menyimpan perintah-perintah dan hasil dari pengolahan
- menyediakan output dalam bentuk informasi
• Sedangan Fuori [3] berpendapat bahwa komputer adalah suatu pemroses data yang dapat melakukan perhitungan besar secara cepat, termasuk perhitungan aritmetika dan operasi logika, tanpa campur tangan dari manusia.
Untuk mewujudkan konsepsi komputer sebagai pengolah data untuk menghasilkan suatu informasi, maka diperlukan sistem komputer (computer system) yang elemennya terdiri dari hardware, software dan brainware. Ketiga elemen sistem komputer tersebut harus saling berhubungan dan membentuk kesatuan. Hardware tidak akan berfungsi apabila tanpa software, demikian juga sebaliknya. Dan keduanya tiada bermanfaat apabila tidak ada manusia (brainware) yang mengoperasikan dan mengendalikannya.
1. Hardware atau Perangkat Keras: peralatan yang secara fisik terlihat dan bisa djamah.
2. Software atau Perangkat Lunak: program yang berisi instruksi/perintah untuk melakukan pengolahan data.
3. Brainware: manusia yang mengoperasikan dan mengendalikan sistem komputer.
Penggolongan Komputer
Literatur terbaru tentang komputer melakukan penggolongan komputer berdasarkan tigal hal: data yang diolah, penggunaan, kapasitas/ukurannya, dan generasinya.
Berdasarkan Data Yang Diolah
1. Komputer Analog
2. Komputer Digital
3. Komputer Hybrid
Berdasarkan Penggunannya
1. Komputer Untuk Tujuan Khusus (Special Purpose Computer)
2. Komputer Untuk Tujuan Umum (General Purpose Computer)
Berdasarkan Kapasitas dan Ukurannya
1. Komputer Mikro (Micro Computer)
2. Komputer Mini (Mini Computer)
3. Komputer Kecil (Small Computer)
4. Komputer Menengah (Medium Computer)
5. Komputer Besar (Large Computer)
6. Komputer Super (Super Computer)
Berdasarkan Generasinya
1. Komputer Generasi Pertama (1946-1959)
2. Komputer Generasi Kedua (1959-1964)
3. Komputer Generasi Ketiga (1964-1970)
4. Komputer Generasi Keempat (1979-sekarang)
5. Komputer Generasi Kelima
Referensi
1. V. Carl Hamacher, Zvonko G. Vranesic, Safwat G. Zaky, Computer Organization (5th Edition), McGraw-Hill, 2001.
2. Robert H. Blissmer, Computer Annual, An Introduction to Information Systems 1985-1986 (2nd Edition), John Wiley & Sons, 1985.
3. William M. Fuori, Introduction to the Computer: The Tool of Business (3rd Edition), Prentice Hall, 1981.

bibliografi novel-novel asing yang terbit di Indonesia

A
001
A week no the loncord and Merrimack rivers/ Henry David Thoreau.—New York: A Signet Classic. 1961.
389 hlm.; 16 cm.

002
A tale of two cities/ Charles Dickens.—New York: Macmillan Education ltd, 1962.
116 hlm.; 19 cm.

003
Ascet of the inner Everest/ Leonard Maulies.—London: Christian Literature Crusade, 1971.
xi, 118 hlm.; 16 cm.

004
And phillipa makes four/ Martha Derman.—New York: Four Winds Press, 1983.
150 hlm.; 21 cm.

005
Ammahabas/ Bill Hotchkless.—New York: W.W Norton & Company, 1983.
350 hlm.; 22 cm




006
A warmer seasons/ Joseph Olshan.—New York: Mc Graw-Hill Book Company, 1987.
252 hlm.; 23 cm.

007
A rendezvous in Haiti/ Stephen Becker.—New York: W. W Norton 7 Company, 1987.
223 hlm.; 19 cm.

008
All risks mortality/ Peter Cunningham.—Boston: Little Brown and Company, 1988.

009
Anjing-anjing perang/ Fredrick Forstyh; penerjemah, Agus Setiadi.—Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1991.
443 hlm.: illus.; 18 cm.

010
Ayah paro waktu/ Sharon Kendrck; penerjemah, Sutanty.—Jakarta: Gramedi Pustaka Utama, 1998.
179 hlm.; 18 cm




B
011
Babbit/ Sinclair Lewis.—New York: Harcourt, Brace & World. Inc, 1950.
401 hlm.; 20 cm.

012
Bolling point = Titik didih/ Diane Mudrow; penerjemah, Judica Ratauli.—Jakarta: Grasindo, 2004.
illus.; 154 hlm.; 16 cm.

C
013
Concard’s heart of the darkness and the critics/ edited by Bruce Harkness.—San Francisco: Wadsworth Publishing Company, 1980.
xv, 174 hlm.; 21 cm.

014
Channel assult/ Kenneth Royce.—New York: Mc Graw-Hill Book Company, 1982.
252 hlm.; 21 cm.

015
Corpse in a gilded cage/ Robert Barnard.—New York: Charles Scribner’s Sons, 1984.
211 hlm.; 23 cm.

016
Crusade: The untold story of the gulf war/ Rick Atkinson.—London: Harper Collins Publishers, 1994.
xii, 575 hlm.; 21 cm.

D
017
Deadlines/ Desmond Ryan.—New York: W.W Norton & Company, 1948.
285 hlm.; 24 cm.

018
Death comes for the archbishop/ Willa Cather.—New York: Alfred A. Knopf, 1966.
299 hlm.; 20 cm.

019
Day of day/ Julie Selly.—New York: McGraw-Hill company, 1979
366 hlm.; 19 cm.

020
Daydreams/ Mitchell.—New York: Mc Graw-Hill Book Company, 1987.
403 hlm.; 15 cm

021
Dear diary/ Carrie Randall; penerjemah, Hanny Mayasari Sinata.—Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2000.
443 hlm.: illus.; 18 cm.
E
022
Enderby’s dark lady or no end to enderby/ Anthony Burges.—New York: Mc Graw-Hill Book Company, 1984.
160 hlm.; 20 cm.

023
Empire/ Gore Vidal.—New York: Random House, 1987.
486 hlm.; 25 cm.

024
Eula bee, tunggu aku/ Patricia Beatty; penerjemah, Fitri Dianasari; editor, Ani Yuliana.—Jakarta: Pustaka Utama Gramedia, 1991.
241 hlm.; 18 cm.

025
Edward dan Tuhan/ Milan Kundera … [et al]; editor, Yusi Avianto Pareanom.—Cet.1.—Depok: Banana Publisher, 2005.
202 hlm.; 17 cm.

026
Edensor/ Andrea Hirata; editor, Imam Risyanto.—Yogyakarta: Bentang, 2007.
xii, 290 hlm, 21 cm.



F
027
Flight to victory; judul asli, Triumph/ Steirman, Gleen D Kitler.—New York: Fawcett Publication,. Inc, 1963.
128 hlm.; 15 cm.

028
Foundation and earth/ Issac Asimov.—New York: Double & Company. Inc, 1986.
356 hlm.; 23 cm.

029
Face-maker/ William Katz.—New York: McGraw-Hill Book Company, 1988.
252 hlm.; 24 cm.

030
Five days in Paris/ Daniella Steel.—New York: Delacorte Press, 1995.
269 hlm.; 17 cm.

031
Frida/ Barbara Mujica; penerjemah, Curiati Juliastuti.—Yogyakarta: Bentang, 2004.
670 hlm.; 17 cm.




G
032
Green mansions: A romance of the topical forest/ W. H. Hudson; Illustrated, E. Mc Knight, H. T. Kaliffer.—New York: The Modern Library, 1944.
x, illus.; 254hlm.; 15 cm.

033
Great expectations/ Charles Dicknes.—New York: E. P. Dutton and Company, 1950.
xvi, 573 hlm.; 17 cm.

034
Galatica warlord/ Douglas Hill.—Pennsylvania: An Aladdin books, 1979.
127 hlm.; 17 cm.

035
Gallie’s way/ Ruth Wallace, Brodeur.—New York: Margaret K. Mc Elderry books, 1984.
119 hlm.; 17 cm.

036
Great de montecristo/ Alexandre Dumas.—Jakarta: Balai Pustaka, 2000.
vii, illus.; 200 hlm.; 17 cm.



037
Gempa waktu = Timequake/ Kurt Vonnegut; penerjemah, T Hermaya.—Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2001.
xvii, 260 hlm.; 21 cm

H
038
Heart of war/ John Masters.—New York: McGraw-Hill Book Company, 1980.
ix, 617 hlm.; 23 cm.

039
Household sainsts/ Francine Prose.—Boston: G. K. Hall & Co, 1986.
227 hlm.; 17 cm.

I
040
It looked like forever/ Mark Harris.—New York: McGraw-Hill Book Company, 1979.
276 hlm.; 24 cm.

041
I. B. ‘s daughter/ John Sherlock.—New York: Mc Graw-Hill Book Company, 1981.
408 hlm.; 28 cm

042
Inner tube/ Hob Broun.—New York: McGraw-Hill Book Company, 1985.
210 hlm.; 14 cm.

043
Inside, outside/ Herman Wouk.—Boston: Little, Brown & Company, 1985.
644 hlm.; 23 cm.

J
044
Just the of them/ Mary Anderson.—New York: Athenium, 1974.
178 hlm.; 21 cm.

045
Julie/ Cathrine Marshall.—New York: McGraw-Hill Book Company, 1984.
xvi, 364 hlm.; 23 cm.

K
046
King Solomon’s ring/ Koradz Lorenz.—Virginia: Time Life Book, 1952.
225 hlm.; 23 cm.




047
Kasus-kasus perdana Pairot/ Agatha Christie; penerjemah, Lanny Wasono.—Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1991.
418 hlm.; 18 cm.

048
Knight templar knight of Christ: konspirasi berbahaya biarawan Sion menjelang Armagedon/ Rizki Ridyasmara; editor, Muhammad Ihsan.—Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2005.
xiv, 440 hlm.; 24 cm.

L
049
Lure of the dark/ Sarah Sargent.—New York: Four Winds Press, 1984.
118 hlm.; 18 cm.

050
Long run/ Nelson Nye.—Boston: G. K Hall & Co, 1983.
217 hlm.; 22 cm.

051
Liburan maut di Meksiko/ Marc Brandel; penerjemah, Hendarto Setiadi.—Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1991.
163 hlm.; 18 cm.
M
052
Modern short stories/ edited, Arthur Mizener,.—New York: W.W Norton & Company, 1967.
xii, 744 hlm.; 17 cm.

053
Maybe next summer/ Don Schellie.—New York: Four Winds Press, 1980.
244 hlm.; 21 cm.

054
Moon-flash/ Patricia A. Mc Killip.—New York: An Argo Book, 1984.
150 hlm.; 21 cm.

055
Mandala/ Pearl S. Buck; penerjemah, Indri K. Hidayat.—Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1991.
501 hlm.; 18 cm.

056
Meriam benteng Navarone/ Alistair Maclean; penerjemah, Agus Setiadi.—Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1991.
473 hlm.: illus.; 18 cm.




057
Malaikat dan iblis/ Dan Brown; penerjemah, Isma B Koesalam Wardi.—Jakarta: Serambi, 2000.
682 hlm.; 24 cm.

N
058
Now God be thanked/ John Master.—New York: Mc Graw-Hill Book Company, 1914.
589 hlm.; 25 cm.

059
New Orlens legacy/ Alexandra Ripley.—New York: Macmilan Publishing Company, 1987.
419 hlm.; 23 cm.

060
Natives and strangers/ Louisa Dawknis.—Boston: Haughton Mifflin Company, 1988.
404 hlm.; 24 cm.

O
061
Other voices, other rooms/ Truman Capote.—Cet.6.—New York: A Signet Books, 1960.
128 hlm.; 16 cm.

062
Over the edge/ Jonathan Kellerman.—New York: Atheneum, 1987.
373 hlm.; 24 cm.

063
Officially dead/ Richard Prescott.—New York: Macmillan Education ltd, 2003.
illus.; 112 hlm.; 19 cm.

P
064
Pinocchio/ Carlo Collodi.—London: J. M. Dent and Sons Ltd, 1983.
xix, illus.; 276 hlm.; 18 cm

065
Pasangan detektif/ Agatha Christie; penerjemah, Mareta.—Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1991.
334 hlm.; 18 cm.

066
Pengacara jalanan/ John Grisham; penerjemah, Widya Kirana, Diniarti Pandia.—Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1998.
480 hlm.; 18 cm.




067
Pria dari masa lalu/ Penny Jordan; penerjemah, Monica Dwi Chersnayani.—Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1999.

068
Panggilan cinta/ Barbara Cartland; penerjemah, Cunning K Goenadhi.—Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2003.
232 hlm.; 18 cm.

Q
069
Quit of Romeo and Juliet/ Shakespeare; edited, George Sampson.—London: Cambridge at the University Press, 1961.
vii, 238 hlm.; 15 cm

070
Quinn’s book/ William Kennedy.—New York: Penguin Books, 1988.
289 hlm.; 24 cm.

R
071
Return of the native notes/ Frank H Thompson.—Nebraska: Cliff’s Notes, 1966.
61 hlm.; 18 cm.
072
Ride a pale horse/ Helen Mac Innes.—London: Harcourt Brace Jovanovich, 1984.
385 hlm.; 23 cm.

073
Rayuan sang penggoda/ Penny Jordan; penerjemah, M. Lucia Chandra.—Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2000.
232 hlm.; 18 cm.

S
078
Storm/ George R Stewart.—New York: The Modern Library, 1947.
349 hlm.; 16 cm.

079
Slaughter by auto/ W. E.Butterworth.—New York: Four Winds Press, 1980.
185 hlm.; 1980.

080
Stage brat/ Sussan Teris.—New York: Four Winds Press, 1980.
179 hlm.; 18 cm.





081
Star flight/ Richard G Smith, Robert J Tlerney.—Callifornia: Scott, Foresman and Company, 1981.
illus.;576 hlm.; 25 cm.

082
Shadow and the qunner/ Don Schellie.—New York: Four Winds Press, 1982.
136 hlm.; 18 cm.

083
Some other summer/ C. S Adler.—New York: Macmillan Publishing, Co. Inc, 1982.
126 hlm.; 21 cm.

084
Sepuluh anak Negro/ Agatha Cristie; penerjemah, Maretha.—Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1984.
264 hlm.; 18 cm.

085
Sweet water fever/ Robert H. Adleman.—New York: McGraw-Hill Book Company, 1984.
362 hlm.; 19 cm.





086
See you later Aligator/ William F. Buckley, Jr.—New York: Dobleday & Company. Inc, 1985.
351 hlm.; 21 cm.

087
Surat pembawa petaka/ Ju Tan, Chen Ludu; penerjemah, Tino Sarvenggelo.—Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1993.
873 hlm.: illus.; 19 cm.

088
Special delivery/ Daniella Steel.—New York: Delacorte Press, 1997.
217 hlm.; 17 cm.

089
Sebening kristal/ Penny Jordan; penerjemah, Julanda Tantani.—Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2001.
224 hlm.; 18 cm.

090
Suara sang guru; judul asli, The voice of the master/ Khalil Gibran; penerjemah, Sugiarta Sriwibawa.—Cet.9.—Jakarta: Kiblat Buku Utama, 2002.
96 hlm.; 17 cm.




091
Sang putri beraksi/ Meg Cabot; penerjemah, Donna Widjajanto.—Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2004.
280 hlm.; 20 cm.

T
092
The whispering gallery/ Richard H Francis.—New York: W.W Norton & Company, 1945.
250 hlm.; 27 cm.

093
The royal readers.—Canada: Nelson and Sons, 1949.
256 hlm.; 18 cm.

094
The big sky/ A. B. Guthrie. Jr.—Virginia: Time-Life books. Inc, 1950.
xvi, 378 hlm.; 20 cm.

095
The red badge of courage/ Stephen Croune.—New York: The Modern Library, 1951.
xIv, 267 hlm.; 20 cm.




096
The shorter novels of Herman Melville/ Benito Cerino … [et al]; edited, Raymond Weaver.—New York: Fawcett Publications. Inc, 1956.
272 hlm.; 16 cm.

097
The voice at the back door/ Elizabeth Spencer.—New York: Mc Graw-Hill Book Company, 1956.
367 hlm.; 23 cm.

098
The adventure of huck leberry finn/ Mark Twain.—Cet.5.—New York: A Signet Classic, 1962.
288 hlm.; 16 cm.

099
The three-seated space ship/ Louis Slobodkin.—London: Collier Macmillan Publishers, 1962.
118 hlm.; 15 cm.

100
The gilded age: A tale ao today/ Mark Twain, Charles Dudley Warner.—New York: Trident Press, 1964.
453 hlm.; 25 cm.




101
The jungle books/ Rudyard Kiping.—New York: Dell Publishing co.inc, 1964.
351 hlm.; 17 cm.

102
The ghost of live owlfarm/ Wilson Gage; illustrated, Paul Galdone.—New York: An Archway Paperback, 1966.
147 hlm.; 14 cm.

103
The tragedy of Anthony and Cleopatra/ William Shakespeare.—London: john Willey and Sons, 1966.
xv, 149 hlm.; 17 cm.

104
The borzoi college reader/ Charles Muscatine.—New York: Alfred & Knophf, 1968.
xix, 770 hlm.; 25 cm.

105
Tales of the flying mountains/ Poul Anderson.—New York: Macmillan Publishing, Co. Inc, 1970.
253 hlm.; 21 cm.





106
Too near the sun/ Lynn Hall.—New York: Chicago: Follett Publishing Company, 1970.
192 hlm.; 21 cm.

107
The condor passes/ Shirley Ann Grall.—New York: Alfred A. Knopf, 1971.
422 hlm.; 25 cm.

108
The marry wives of Windsor/ William Shakespeare; edited, H. J. Oliver.—London: Methuen & Co Ltd, 1971.
Ixxxv, 149 hlm.; 18 cm.

109
The monk of Vladimir Nabakov glory; judul asli, Russian glory/ Dimitry Nabakov.—New York: Mc Graw-Hill Book Company, 1971.
205 hlm.; 21 cm.

110
This star shall Abide/ Sylvia Louise Engdahl; drawing, Richard Cuffari.—Pennsylvania: A Aladdin Books, 1972.
Illus.; 247 hlm.; 21 cm.




111
The voyage: A novel of 1896/ Sterling Hayden.—New York: G. P. Putnam’s Sons, 1976.
700 hlm.; 25 cm.

112
The bloodhounds of broadway and other stories/ Damon Runyon.—New York: William Morrow and Company,. Inc, 1981.
335 hlm.; 20 cm.

113
The family man/ Joseph Monniger.—New York: Atheneum, 1982.
167 hlm.; 22 cm.

114
The great Egyptian heist/ Virginia Masterman-Smith.—New York: Four Winds Press, 1982.
180 hlm.; 22 cm.

115
The glass blowers/ Daphne du Maurier.—Boston: GK. Hall & co, 1983.
521 hlm.; 27 cm.





116
The great Gatsby/ F. Scott Fitzgerald.—New York: Charles Scribner’s Sons, 1983.
163 hlm.; 24 cm.

117
The griffin legacy/ Jan O’Dennell, Klaveness.—New York: Macmillan Publishing Comapany, 1983.
184 hlm.; 22 cm.

118
The warlord/ Malcolm Bosse.—New York: Simon and Schuster, 1983.
717 hlm.; 25 cm.

119
The victory over Japan/ Ellen Gilchrist.—Boston: Little, Brown and Company, 1983.
277 hlm.; 21 cm.

120
The ambassadors/ Henry James.—New York: The Laurel Henry James, 1984.
446 hlm.; 17 cm.

121
The big way out/ Peter Silsbee.—New York: Bradbury Press, 1984.
xii, 180 hlm.; 21 cm.


122
The killing doll/ Ruth Rendell.—NewYork: Pantheon Books, 1984.
258 hlm.; 21 cm.

123
The blood seed/ Andrew Ward.—New York: McGraw-Hill Book Company, 1985.
648 hlm.; 15 cm.

124
The world Jennie G/ Elisabeth Ogivie.—New York: McGraw-Hill Book Company, 1986.
335 hlm.; 19 cm.

125
The bond street burlesque/ Raymond Paul.—New York: W.W Norton & Company, 1987.
363 hlm.; 24 cm.

126
The curious case of sidd finch/ George Plimpton.—New York: Macmilan Publishing Company, 1987.
vii, 278 hlm.; 20 cm.

127
The dinner party/ Howard Fast.—Boston: Houghton Mifflin Company, 1987.
250 hlm.; 24 cm.
128
The hearts and lives of men/ Fay Weldon.—New York: Viking Penguin. Inc, 1987.
357 hlm.; 27 cm.

129
The hunting seasons/ John Coyne.—New York: Mac Millan Publishing Company, 1987.
245 hlm.; 24,5 cm.

130
Texasville/ Larry Mc Murty.—New York: Simon & Schuster, 1987.
592 hlm.; 24 cm.

131
The ballon man/ Charlotte Armstrong.—New York: Goward-McCann. Inc, 1988.
253 hlm.; 18 cm.

132
The bandit of mok hill/ Evelyn Sibley Lampman; illustrated, Marlin Friedman.—New York: Doubleday & Company, 1989.
254 hlm.; 19 cm.





133
The undersea adventure/ Phillippe Diole.—New York: Julian Messner. Inc, 1989
236 hlm.; 21,5 cm.

134
Tahun Baru/ Pearl S. Buck; penerjemah, Priscilla tan Sioe Lan.—Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1991.
374 hlm.; 18 cm.

135
Terutama Jennings/ Anthony Buckeridge; penerjemah, Hilmar farid.—Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1991.
232 hlm.: illus.; 18 cm.

136
The mystery of the vanishing treasure/ Robert Arthur; penerjemah, Agus Setiadi.—Cet. 5.—Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1991.
219 hlm.; 18 cm.

137
The wisdom of the Arabs/ Suheil Bushrui.—London: One World Publication Oxford, 2002.
254 hlm.; 15 cm.



138
The Da Vinci code/ Dan Brown; penerjemah, Isma B Koesalamwardi.—Cet.6.—Jakarta: Serambi Ilmu Semesta, 2006.
624 hlm.; 20 cm.

W
139
When we first met/ Norma Fox Mazer.—New York: Four Winds Press, 1922.
vii, 199 hlm.;

140
West to the pacific: The story of Lewis and Clark/ John Bakeless.—New York: Pyramid Books, 1963.
126 hlm.; 14 cm.

141
Wings/ Adrienne Richard.—Boston: An Atlantic Mounthly Press Book, 1974.
ix, 209 hlm.; 22 cm.

142
Warday and the journey onward/ Whitley Strieber and James W Kunetka.—New York: Halt, Rinchurt and Winston, 1984.
ix, 374 hlm.; 24 cm.


143
World of honor/ Nelson de Mille.—New York: Warner Book. Inc, 1985.
518 hlm.; 25 cm.

kurangi mengkonsumsi mie instan

BAHAYA MIE INSTAN

Bagi anda penggemar Mie Instan, pastikan Anda punya selang waktu paling tidak 3 hari setelah Anda mengkonsumsi mie instant, jika Anda akan mengkonsumsinya lagi. Dari informasi kedokteran, ternyata terdapat zat lilin yang melapisi mie instan. Itu sebabnya mengapa mie instant tidak lengket satu sama lain ketika dimasak.
Mengkonsumsi mie instant setiap hari akan memungkinkan seseorang terjangkit kanker. Biasanya karena terlalu sibuknya dalam berkarier sehingga tidak punya waktu lagi untuk memasak, sehingga diputuskan untuk mengkonsumsi mie instant setiap hari. Akhirnya dia menderita kanker. Dokternya mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya zat lilin karena banyak mengkonsumsi mie instant.
Dokter mengatakan bahwa tubuh kita memerlukan waktu lebih dari 2 hari untuk membersihkan lilin.
Jika kita perhatikan mie China yang berwarna kuning yang biasa ditemukan di pasar, dari hasil pengamatan, mie yang belum dimasak tyersebut akan terlihat seperti berminyak. Lapisan minyak ini akan menghindari lengketnya mie tersebut.
Mie yang masih mentah biasanya ditaburi tepung agar terhindar dari lengket. Ketika tukang masak akan memasak mie, dia memasaknya pertama-tama dalam air panas, kemudian dibilas/ditiriskan dengan air dingin sebelum dimasak. Memasak dengan cara ini akan menghindari lengketnya mie tersebut satu sama lainya. Tukang masak memberikan minyak dan saos pada mie tersebut agar tidak terjadi lengket ketika akan dikonsumsi secara kering (tanpa kuah).
Aturan masak dalam membuat spaghetti, akan dibutuhkan, hindari mie instan.
Untuk mengetahui ada tidaknya bahan berbahaya dalam mie instant tentunya harus diketahui dahulu komposisi dan proses pembuatanya. Pada dasarnya dikenal 2 jenis mie instant yaitu mie yang diolah dengan cara digoreng dengan yang tidak digoreng tergantung pada proses pengeringan yang digunakan.
Proses yang paling utama di sini adalah proses gelatinisasi. Sekitar 70% bahan mie instant merupakan bahan tepung gandum. Gelatinisasi adalah proses penggunaan uap panas untuk mengolah tepung ini menjadi bahan mie yang natinya mudah dicerna dengan hanya cukup dimasak 2-3 menit saja.
Proses gelatinisasi ini juga dapat dicapai dengan mendidihkan. Proses gelatinisasi ini memberikan pada mie instant bentuknya yang khas.
Mie yang telah diolah dengan uap panas tadi dikeringkan dengan udara panas sekitar 80
oC selama 30 menit. Karena digunakan udara panas maka bentuk mie instant ini lebih halus. Cairan dalam proses hidrolisasi ini terdiri dari air, garam dan kansui. Komposisi dari tepung yang digunakan dalam volume adalah: air 13,5 %, protein 10,3 %, lemak 2,7 %, karbohidrat 71, 5 %, debu 1,6 %.
Dari komposisi dan proses pembuatan mie instant di atas tidak terlihat adanya penggunaan lilin. Karena kalau ada pasti sudah di larang oleh pemerintah.

Penyebab kanker…!!
Mie instant kemungkinan bias menimbulkan kanker? Menurut hasil penelitian para ahli adalah karena pernggunaan bahan HVD (Hydrolisate Vegetable Protein) sebagai bumbu penyedap rasa ayam yang dapat menghasilkan komponen karsinogenik yaitu DCP (Di Claro Proponal) dan MCPD (Mono Claro Propanol Diol) akibat reaksi antara lemak dari bahan nabati dengan HCL pada suhu tinggi. Tapi belakangan ini bahan penyedap mi rasa mie ayam ini sudah ditukar dengan bahan penyedap lain yang lebih aman.
Untuk mengurangi resiko di atas adalah dengan cara tidak memasukan bumbu mie instant saat di masak. Begitu pula bila ingin memasak dengan bumbu penyedap. Sebaiknya bumbu penyedap dimasukan setelah api dimatikan dan makanan tidak dalam keadaan mendidih. []

Disunting dari KONTRAS tahun IV 26 Maret – 1 April 2008